Kita sebagai mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi tentunya sudah
tidak asing lagi dengan pembahasan yang bersangkutan dengan dakwah. Sekilas,
bahwa dakwah berarti mengajak, menyeru untuk berbuat baik dan berada di
jalan Allah. Segala macam metode dakwah dari bagaimana cara dakwah di jaman
Rasulullah, dakwah pada masa sahabat, dakwahnya wali songo hingga pada akhirnya
bagaimana cara dakwah di jaman kita sudah dibahas sedemikian rupa.
Jaman yang sudah terbilang maju seperti
sekarang ini, tentu tidak hanya satu jalan yang bisa ditempuh untuk berdakwah. Ada
beberapa metode yang dirasa lebih efektif dalam penerimaan pesan dakwah oleh para
mad’u dari pada sekedar metode ceramah. Seperti yang sudah kita alami
baru-baru ini dan tentunya menjadi fenomenal bagi kaum muslim sendiri,
berdakwah melalui gaya berpakaian atau nama beken nya hijabers.
Di Indonesia sendiri kelompok hijabers
muncul beriringan dengan maraknya peng-upload-dan foto-foto kalangan
remaja di berbagai media sosial. Hal ini dimanfaatkan oleh salah seorang
designer pakaian muslim, Dian Pelangi untuk membuat sebuah komunitas hijabers. Tujuannya
membuat para muslimah yang berjilbab tidak merasa ketinggalan mode, namun tetap
berjilbab.
Dari hal tersebut, banyak pengikut Dian
Pelangi yang mengeksiskan dirinya di akun-akun pribadinya di sosial media. Mungkin
dari sana banyak yang tertarik dan melihat bahwa menggunakan hijab itu tidak
kuno. Pada akhirnya, maraklah para muslimah yang mulai menggunakan jilbab
kemudian mengunggahnya di akun sosial media yang ia miliki.
Hal di atas merupakan salah satu dari
sekian banyaknya contoh berdakwah di era digital seperti sekarang ini. Dakwah menggunakan
metode seperti itu tentunya lebih efektif ketika berdakwah dengan metode
ceramah sambil memaparkan bahwa, “berjilbab itu wajib berdasarkan Q.S Al-Ahzab
ayat sekian, hukum wajib jika ditinggalkan akan begini, begini, begini,..”
Sepanjang apapun sang da’i bercerita bahwa tidak menggunakan hijab itu akan
masuk ke dalam neraka, tapi ketika si mad’unya tidak tertarik maka dakwahnya
tidak akan efektif.
Berbeda dengan contoh yang dipaparkan di
atas, melalui media sosial yang memang sekarang merupakan bagian yang tidak
bisa lepas dari kegiatan sehari-hari, apa yang mereka lihat dan itu tampak
cantik maka sedikit-sedikit para muslim akan mengikutinya. Soal mengetahui
dasar hukum dalam menutup aurat sendiri hal tesebut akan berjalan mengiringi
prosesnya.

0 Response to "Dakwah di Era Digital"
Posting Komentar