Jurnalisme Dakwah



Berbicara mengenai jurnalisme dan dakwah, tentunya menarik untuk kita bahas. Saya sendiri kurang mengerti sejak kapan dan dari mana jurnalis itu sendiri dicampuri oleh paham-paham agama terutama agama Islam hingga timbul lah jurnalisme dakwah.
Jika dipandang dari sudut jurnalisme yang sering kita bahas di kelas saat perkuliahan, jurnalisme berarti kegiatan mencari, menulis, melaporkan kemudian menyebarkan informasi kepada khalayak. Entah informasi tersebut baik atau pun buruk, dalam jurnalisme sendiri hal tersebut bukan lah menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Bahkan jurnalisme pada umumnya berprinsip bad news is good news. Maka, apapun informasinya, entah itu merugikan ataupun membahayakan nyawa seseorang, asalkan tetap mengacu pada kebenaran dan bukan fitnah, kegiatan jurnalisme tersebut dianggap sah.
Berbeda halnya ketika kita melihat dari sudut pandang jurnalisme dakwah, yang memang mengacu kepada prinsip prinsip ajarna Islam, amar ma’ruf nahyi munkar. Berarti  mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Jurnalisme dakwah sendiri akan memilih dan memilah mana informasi yang layak disebarluaskan dan mana yang tidak. Meskipun berita itu benar, ketika isi dari berita tersebut menyebarkan aib seseorang, maka berita itu menjadi hal yang tidak patut disebarluaskan. Intinya, jurnalisme dakwah dapat diartikan sebagai kegiatan mencari, menulis, melaporkan kemudian menyebarkan informasi kepada khalayak namun diselipkan nilai-nilai keislaman dan pesan dakwah (ajakan berbuat kebaikan).
Meski dalam buku “Agama Saya Jurnalisme” yang ditulis oleh Andreas Harsono berbicara bahwa dalam kegiatan jurnalisme sebagai jurnalis haruslah melupakan latar belakang agama, namun bagi saya sendiri menyelipkan nilai dakwah dalam kegiatan jurnalis itu baik. Kita sebagai umat Islam yang memang diberi kewajiban untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam, tidak melulu harus berdakwah dengan cara orasi di depan mimbar. Ada cara lain yang lebih efektif dalam penyebaran ajaran Islam tersebut, dan jurnalisme dakwah sebagai salah satu solusinya.
Namun tetap, dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang menjadi prinsip jurnalisme dakwah tersebut berlangsung, diantaranya ;

  1.  Menginformasikan atau menyampaikan yang benar saja (tidak berbohong).
  2.  Bijaksana, penuh nasihat yang baik, serta argumentasi yang jelas dan baik pula.
  3. Meneliti kebenaran berita/fakta sebelum dipublikasikan alias melakukan check dan recheck.
  4. Hindari olok-olok, penghinaan, mengejek, atau caci maki sehingga menumbuhkan permusuhan dan kebencian. 
  5. Hindarkan prasangka buruk. Dalam Istilah hukum, pegang teguh “asas praduga tak bersalah”.

0 Response to "Jurnalisme Dakwah"

Posting Komentar